PROFIL DEWAN TEH INDONESIA


 

TENTANG DEWAN TEH INDONESIA | INDONESIA TEA BOARD

Dewan Teh Indonesia dideklarasikan pada 19 April 2007 bersamaan dengan Rapat Anggota Tahunan Asosiasi Teh Indonesia di Hotel Savoy Homan Bidakara Bandung.

Dewan Teh Indonesia sebagai wadah seluruh stakeholders agribisnis teh, senantiasa terus berperan untuk menampung aspirasi dan mensinergikan para pemangku kepentingan industri teh serta mendorong memfasilitasi dan memperjuangkan kepentingan pelaku agribisnis dalam mewujudkan sistem dan usaha agribisnis teh yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam kegiatannya Dewan Teh Indonesia telah banyak melihat dan menginventarisasi masalah serta turut membantu menyelesaikan berbagai masalah di sektor hulu dan hilir industri teh, dan tidak hanya yang sedang dialami oleh perkebunan teh rakyat, tetapi juga oleh perkebunan besar milik negara dan swasta, serta permasalahan yang dihadapi para pengolah teh hitam dan teh hijau, packer, trader, serta para pengusaha ekspor teh.

Situs web ini dibuat sebagai media komunikasi antar pemangku kepentingan terhadap Dewan Teh Indonesia, baik pengurus, anggota, pemerintah/instansi, para pengamat dan insan pertehan. Umpan balik, tanggapan, dan sumbang saran selalu diharapkan dari para pengunjung, agar situs web ini dapat terus berkembang memenuhi kebutuhan para pengunjung.

 

Pembentukan Dewan Teh Indonesia

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 pasal 19 ayat 2 tentang Perkebunan, mengamanatkan pembentukan Dewan Teh sebagai wadah bagi seluruh pemangku kepentingan terhadap agribisnis teh. Pembentukan Dewan Teh Indonesia diawali dengan pembentukan Komisi Teh Indonesia  melalui Surat keputusan Menteri Pertanian Nomor 587/ KPTS /OT.160/9/206. Tanggal 27 September 2006. Selanjutnya, secara resmi Terbentuknya DTI dilaksanakan dengan deklarasi pada 19 April 2007 bersamaan dengan Rapat Anggota Tahun-an Asosiasi Teh Indonesia di Hotel Savoy Homan Bidakara Bandung.

Tujuan :

Tujuan utama pembentukan Dewan Teh Indonesia adalah  untuk memajukan agribisnis teh Indonesia dengan cara :

  • Memberikan bahan masukan kepada pemerintah dalam rangka menyusun regulasi maupun  kebijakan di bidang pengembangan industri per-teh-an nasional;
  • Meningkatkan kerjasama antar pelaku usaha dari hulu hingga hilir guna memperkuat sistem dan usaha agribisnis per-teh-an nasional;
  • Memperkuat kerjasama internasional di bidang usaha industri per-teh-an;
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha industri per-teh-an;
  • Menjaga  kelestarian lingkungan

 

Tugas dan Fungsi :

  • Menyusun data base industri per-teh-an nasional;
  • Melakukan advokasi dan koordinasi serta menyiapkan bahan masukan kepada pemerintah dalam rangka menyusun regulasi dan kebijakan yang terkait dengan  pengembangan dan daya saing industri per-teh-an nasional;
  • Memfasilitasi promosi, ekspor, mempertahankan pasar yang ada dan memperluas pasar internasional;
  • Membangun, mengembangkan dan mengevaluasi kerjasama antar pelaku usaha per-teh-an nasional  dalam meningkatkan  kemajuan dan daya-saing usaha industri per-teh-an nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir;
  • Melakukan kerjasama internasional di bidang usaha industri per-teh-an;
  • Mendorong peningkatan mutu sesuai SNI dan standar internasional;
  • Sosialisasi kebijakan dan regulasi  pemerintah kepada  anggota;
  • Koordinasi dengan instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam mewujudkan iklim usaha yang kondusif.

 

Keanggotaan :

Dewan Teh Indonesia merupakan organisasi terbuka bagi perorangan, organisasi, dan lembaga , atau Badan yang tujuan dan kegiatannya berkaitan dengan agribisnis teh di Indonesia.  Pada awalnya, pembentukan Dewan Teh Indonesia dideklarasikan oleh perorangan dan lembaga.