PROGRAM PERBAIKAN MUTU


 

Secara gradual, mutu teh Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 1990-an, karena imbas dari pendapatan yang tidak meningkat bahkan cenderung menurun, dengan kenaikan biaya akibat laju inflasi nasional. Padahal, penurunan mutu secara timbal balik juga mengakibatkan penurunan harga jual. Keadaan mutu teh yang tidak konsisten tersebut menjadi salah satu penyebab perolehan harga teh di pasar internasional yang cenderung rendah, lebih rendah dari harga teh Sri Lanka dan Kenya. Dewasa ini ada kecenderungan bahwa pabrikan teh di Negara-negara pengimpor teh Indonesia tidak lagi menjadikan teh Indonesia sebagai blending component, tetapi hanya sebagai filler saja.

Perbaikan mutu menjadi salah satu critical success factor dalam upaya penyelamatan agribisnis teh nasional (GPATN). Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Teh Indonesia (DTI) mencanangkan program perbaikan mutu teh dalam suatu gerakan sadar mutu, melalui upaya-upaya yang lebih nyata. Program perbaikan mutu  ini terpadu menjadi satu kesatuan dengan program perbaikan pengolahan dan pemanenan, mengingat mutu teh tidak hanya ditentukan pada saat pengolahan, tetapi juga pada saat pemeliharaan tanaman, pemanenan, pengangkutan, pengolahan, dan Penyimpanan.

Beberapa langkah yang akan dilaksanakan antara lain :

  • Penguatan lembaga riset teh untuk menunjang teknologi yang terkait dengan perbaikan mutu.
  • Asistensi dan pemantauan upaya perbaikan mutu hasil sesuai dengan permintaan pasar yang dilakukan oleh para pelaku agribisnis perkebunan.
  • Pe­nyem­purnaan SNI yang mengakomodasi standar-standar yang berlaku di dunia.    
  • Melakukan Rehabilitasi 15 (lima belas) pabrik pengolahan teh hijau rakyat dan 5 (lima) pabrik pengolahan teh hitam rakyat di sentra perkebunan teh rakyat.
  • Pelatihan dan pendampingan teknik budidaya dan pengelolaan kebun teh.
  • Pelatihan dan pendampingan dalam penanganan pucuk dan pengolahan pucuk.
  • Pelatihan dan asistensi manajemen mutu terkait dengan pengolahan dan tata-niaga.
  • Pembentukan dan pengembangan gugus kendali mutu.
  • Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO-9000